Love & Edelweiss



Kebetulan semalam ketika buru2 mendapatkan One Drop Perfume aku singgah sebentar di toko dvd.Kebiasaan aku selalu datang sini mencari cerita2 yang menarik pada amatan aku.Aku itu suka memilih barangkali,terlalu lama memilih sehingga kalau ada kawan yang menemani aku pasti dia akan kebosanan.Aku akan memastikan dvd yang harus ku bawa pulang tidak mengundang kekesalan aku selepas menontonya..

Kisah dari dvd di atas yang diterbitkan oleh Putra Pictures menarik perhatian aku kalau saja ada orang2 yang begitu obses dengan keinginan hatinya...Sanggup melampaui batas untuk mencintai orang yang dicintai namun hanya gara2 perasaan cemburu yang lengking sampai saja harus mengorbankan nyawa orang yang dicintai...Aduhai cinta..!Cinta itu memangnya benar2 menyakitkan...

Terangan ia menunjukan kegagalan mengawal emosi sekalipun saban waktu bertemu pakar psikiatri,masih tidak utuh untuk menghalang seseorang yang hatinya dipenuhi dendam kesumat yang sekian lama dipendam sejak kecil.Ini juga dipengaruhi oleh deraan2 ibunya sendiri malah melihat secara langsung kekasaran ayahnya terhadap ibunya.Bagaimana dia menjana mindanya sepanjang kedewasaanya kalau tidak saja dia menjadi seorang yang amat psykopat...?Harus salahkan siapa yang mendukung wataknya jadi sebegitu...?

Anto Tanjong itu tahu kalau arahanya menyebabkan ada orang2 yang mengatakan masih tidak cukup berkesan penceritaan filemnya..Apalagi plotnya berkembang terlalu mendadak...watak Ryo ditelanjangi dengan terang2 seorang yang pembengis.Bugi,kehadiranya seolah2 hanya menunjukan emosi cemburu yang tidak kurang sama seperti Ryo.Cuma saja Bugi lebih dulu memiliki Cinta.Mood imbas kembali terlalu kerap ketika pertengahan cerita tapi masih mampu membuatkan penonton tidak begitu keliru dengan jalan ceritanya..Masih jelas untuk dijangka.

Pembunuhan itu jalan terakhir untuk pengorbanan perasaan cinta..Memuaskan hati dengan membunuh masih tidak mampu melenyapkan dendam yang tersisa..Puas apa kita atau bakal saja kita mengundang ketakutan bersarang dalam hati kita...sepanjang-panjang hidup kita...Kisah ini hanya gara2 terdera perasaanya semasa kecil menjadikan dirinya seorang yang suka melihat kehancuran hidup orang lain.Baginya kebahagiaan itu hanya pada edelweiss..

Kematianya tidak pernah dia takuti malah masih boleh tersenyum ketika hukuman mati dijatuhkan..Setimpal apa dengan perasaan gilanya yang mengorbankan 3 nyawa termasuk doktor psikiatrinya..Kalau saja terlewat pihak berkuasa tiba mungkin nyawa adik Cinta,Marisha jadi taruhan..Ryo benar2 melunaskan rancangan jahatnya,menghabiskan kehidupan orang2 yang dicemburuinya..Tiada di situ cintanya...cintanya hanya dendam...

Apakah kita juga terlalu mencintai seseorang sehingga sanggup melakukan korban cinta...?

Dalam dunia aku,ini tidak sekali-kali menguasai diri ku...

6 comments:

Sang Cerpenis bercerita said...

wah, suka nonton ternyata.

pisau belati said...

seseorang pernah berkata kepada aku,pembunuhan pertama yang berlaku di dunia adalah kerana dorongan rasa cinta.

si biskut said...

sang cerpenis:
ya mbak,kalau aku itu suka ada koleksi2 dvd.Kamu jgk gitu mbak?

si biskut said...

pisaubelati:
Bukan kah pembunuhan pertama kerana rasa cemburu/tapi mungkin saja kalau ia didasari oleh perasaan cinta.

pisau belati said...

terlalu cinta juga akan memudaratkan.cukup hanya bersederhana itu lebih baik.cinta yang terpaling agung adalah cinta kepada ESA.tidak menyakitkan bahkan akan membahagiakan lagi.

si biskut said...

pisaubelati:
Ya cinta kepada-NYA,bagaimana harus menafikanya..tiada sapa.