Ributmu Belum Mampu Mengegarku Angin...





Ada rasa lembut ketika ia menyisir setiap helaian roma ku..Seolah-olah berbisik hampir di telinga ku..Aku suka kalau kelembutan itu menyentuh sampai sanubari ku..Seakan hati ku bergetus membiarkan ia menemani ku sepanjang perjalanan hidup ku..

Namun betapa lama mana pun ia menemani aku pasti akan ada redanya,pasti akan ada rasa bosan,pasti ada rasa jengkel yang mengubah arah tiupannya..Aku tidak salahkan ia kalau ia mahu berhenti ketika hati ku semakin lembut..Aku tidak mengomel kalau saja puputnya menjadi haba yang panas...Norma kehidupan pun begitu,harus ada masa2 yang menentukan siapa yang perlu berubah..Ketelusan kita cuma mengiakan dan merelakan..Hati manusia2 itu sendiri punya hak yang perlu kita hormat..

Aku rasa sedih kalau dulu ia angin yang membawa kedinginan ketika ubun2 ku mulai pijar tapi kenapa sekarang ia menjadi ribut yang memanaskan tatkala dada ku merasa lapang?Kenapa ia harus membiarkan haluannya menjadi angin yang penuh dengki dan iri...Tidak boleh kah ia cuma perlu tersenyum kerana yang berlaku itu di luar kemampuan kita untuk merubah...?Kerana apa..?Kerana dunia mengajar kita menjadi sebahagian manusia2 yang tidak pernah merasa senang ketika orang lain merasa senang!.Dalam dunia apa kita...?Kita berada dalam dunia yang anginnya bertiup tidak pernah sama setiap masa.

Sudah cukup baik kalau aku punya kendiri untuk suka berdiam diri dari memperkatakan setiap keburukan yang selayaknya kita sembunyikan...Sudah cukup bijak kalau saja aku tidak meletakan anasir dendam dalam setiap persoalan..Aku itu tidak punya apa2,malah harta untuk aku banggakan,untuk aku megahkan...aku cuma punya jiwa yang sentiasa ingin mendampingi angin2 yang dingin..Sentiasa aku memberi hak pada jiwa2 yang lain untuk berada dalam lingkungan angin yang mereka inginkan..Kenapa perlu meletakan puing2 api dalam angin...?

Kalau saja angin mahu menjadi lebih hebat dengan ributnya,silakan...Aku diwujudkan cuma perlu ada ketakutan pada sang penciptaku..Bukan tiupanmu yang mengugatrasa jiwaku...Bukan dinginmu yang menggigilkan sendi2 ku..Berbuat lah apa saja kalau itu mampu memuaskan dengkimu...

Anginmu...tidak pernah2 mengubah tempatku berdiri...malah sekalipun ributmu tidak berdaya mengoleng romaku.Apa perlu aku merasa getar selepas itu...?  








5 comments:

Miss ... said...

en biskut anda mmg seorang yg puitis jiwa sastera :)

si biskut said...

Miss:
ouch,tapi aku bkn xpljr sastera..hehe.btw,thanks Miss.

Sang Cerpenis bercerita said...

hm..coba memahami lagi.

beautiful_rose said...

ada pun dalam hidup itu perlu adanya pro dan kontra.

yang kuat lawannya lemah
maka ikut pilihan hati kita jangan terlalu beratkan kata2 dari mulut2 yang tidak bertutup itu.mereka2 yang dengki itu biarkan saja hidup dalam dunia mereka.

si biskut said...

sang cerpenis:
memangnya kita setiap masa disuruh memahami..x gitu mbak?

beau-rose:
kamu mula memahami apa yg cuba aku smpaikan...gud luck rose.